Floating Left Ads
Floating Right Ads
banner 950x90

3 Apoteker Terseret Kasus AFI Farma, IAI Siapkan Kuasa Hukum

pexels towfiqu barbhuiya 10022079
pexels/Towfiqu Barbhuiya
banner 120x600
banner 468x60
pexels towfiqu barbhuiya 10022079
pexels/Towfiqu Barbhuiya

JAKARTA, IAINews – Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) akan menyiapkan kuasa hukum untuk mengadvokasi 3 (tiga) apoteker yang terseret kasus AFI Farma.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum IAI apt. Noffendri, S.Si setelah mencermati bergulirnya kasus PT AFI Farma dari Bareskrim Polri dan Kejaksaan Agung ke tahap persidangan di Pengadilan Negeri Kota Kediri.

Iklan ×

“IAI akan mengadvokasi sejawat yang saat ini ditahan kejaksaan agar hak-haknya terpenuhi hingga persidangan selesai” kata apt Noffendri Roestam, S.Si, Ketua Umum PP IAI.

Secara terpisah, Ketua PD IAI jawa Timur, apt. Adi Wibisono, M.Kes., mengungkapkan bahwa saat ini PC IAI kota Kediri bersama PD IAI Jawa Timur sudah bergerak untuk mengadvokasi apoteker yang ditahan dalam kasus PT AFI Farma.

“PD IAI jawa Timur menghormati proses hukum yang sedang berlangsung, kami akan mengawal proses persidangan sekaligus berkoordinasi dengan PP IAI dalam mempersiapkan kuasa hukum,” tegas Adi Wibisono.

“Kami berharap semua pihak menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah,” tabah Adi Wibisono.

Seperti diketahui, penyidik Bareskrim Mabes Polri dan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Agung melimpahkan  tersangka dan barang bukti kasus PT AFI FARMA ke Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Kota Kediri, 6 Juni 2023.

Dilansir beberapa media, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kediri, Novika Muzairah Rauf menyatakan 10 tim gabungan Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan menangani perkara tersebut yakni Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Negeri Kota Kediri.

Baca Juga  PMK No 5 Tahun 2023 tentang Narkotika, Psikotropika dan Preskursor Farmasi Integrasikan Sejumlah PMK

Perkara yang dituduhkan adalah tindak pidana mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standart dan/atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan dan mutu.

Sumber dari Kejaksaan Negeri Kota Kediri menjelaskan, posisi singkat perkara PT AFI Farma Pharmaceutical Industries pada kurun waktu 2020 sampai 2022 diperkirakan memproduksi dan mengedarkan kurang lebih 60 merk obat yang di antaranya yaitu obat Paracetamol  sirup dan obat  Paracetamol drop.

Dalam temuan BPOM, obat yang diproduksi PT AFI Farma menggunakan bahan baku tambahan Propilen Glikol (PG) USP yang telah tercemar Etilen Glikol (EG) yang melewati ambang batas persyaratan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI melakukan penelusuran ke salah satu supplier atau pemasok bahan pelarut untuk perusahaan yang memproduksi obat cair dan ditemukan mengandung cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG).

Pada gudang supplier CV Samudera Chemical, ditemukan drum berisi bahan pelarut obat cair dengan cemaran EG dan DEG mencapai lebih dari 90 persen, padahal ambang batas amannya hanya 0,1 persen.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *