Floating Left Ads
Floating Right Ads
banner 950x90

Coach TB Harus Jadi Problem Solver, Mentor Klinis dan Motivator Upaya Penanggulangan TB

WhatsApp Image 2023 07 26 at 09.55.15
Tim DPPM Samarinda, Coach TB dan Coachee RS SMC
banner 120x600
banner 468x60
WhatsApp Image 2023 07 26 at 09.55.15
Tim DPPM Samarinda, Coach TB dan Coachee RS SMC

SAMARINDA, IAINews – Tim Disctrict-Based Public Private Mix (DPPM) Dinas  Kesehatan Samarinda, menyelenggarakan kegiatan Coaching TB di Rumah Sakit Samarinda Medica Citra (RS SMC).

Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 24 Juli 2023 tersebut, dibuka pemegang Program TB Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Romi Hendra, SKM.

Iklan ×

Dalam sambutannya, Romi Hendra  mengatakan tenaga kesehatan merupakan garda terdepan dalam pencegahan dan penanggulangan TBC.

Untuk itu, Coach TB diharapkan dapat menjadi problem solver, mentor klinis dan motivator.

Mereka harus mampu memberikan arahan serta informasi atau pengetahuan terbaru terkait tata laksana program tuberkulosis untuk tenaga kesehatan maupun rekan sejawat lainnya.

Romi Hendra juga menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas peran dan dukungan rumah sakit SMC dalam penanggulangan TBC di Kaltim.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut dr. Elsa Indah Suryani sebagai Wakil Direktur Medis RS SMC.

WhatsApp Image 2023 07 26 at 10.18.58
Coach TB dr. Yanti Evi Goltom, Sp.P(K), Fatmiyati, A.Md,AK, Ade Maria Ulfa, A.Md.Kep, SKM., apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc, dan apt. Ayunita Tiara Sisca,S.Farm

Sementara itu Baharuddin Bahtiar, SKM dari tim DPPM Dinkes Samarinda menyampaikan,  kegiatan ini dilakukan sebanyak 4 pertemuan.

Coaching TB merupakan kegiatan berupa pendampingan tenaga kesehatan dalam program tuberculosis.

Kegiatan ini untuk mendorong mewujudkan layanan TBC yang berkualitas dan terstandar di jaringan Rumah Sakit Samarinda Medica Citra.

Baca Juga  Bantuan Air Bersih Terus Dilakukan di Grobogan, Jawa Tengah Menghadapi Krisis Kekeringan

Dalam proses Coaching TB, ada seorang pendamping yang disebut Coach, serta orang yang didampingi yang disebut Coachee.

Para Coach diambil dari perwakilan organisasi profesi yang sudah dilatih baik dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), maupun Analis Kesehatan laboratorium yang sudah ikut pelatihan.

Peserta yang menjadi Coachee dari RS SMC adalah dr. Mayshia Prazitiya Shakti, dari farmasi apt. Muhammad Faril Fistama, S.Farm dan Siti Juhairiah Nur, A.Md.Farm, tenaga kesehatan labroratorium Athirah Fauziah, A.Md.AK, dan Vania Lyberty, A.Md.AK, perawat Mellyana Melinda, A.Md Kep. Ns.Maria Magdalena Magas, S.Kep dan Ns. Indang Nurrohmah, S.Kep. Mereka petugas kesehataan yang terlibat di program pengelolaan TB RS SMC (Tim DOTS).

Meningkatnya keterlibatan, kontribusi, komitmen seluruh sektor dan lapisan masyarakat dalam memobilisasi sumber daya dan dukungan kebijakan serta pengembangan sistem pengampuan rumah sakit dan stratifikasi layanan TBC sebagai upaya yang strategis untuk meningkatkan kualitas dan akses masyarakat pada layanan TBC yang sesuai standar.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *