Floating Left Ads
Floating Right Ads
banner 950x90

Lesson Learned dalam Pendirian Apotek Veteriner

apt veteriner
Dr apt Nunung Yuniarti saat menyampaikan pengalaman mendirikan Apotek Veteriner Universitas Gadjah Mada (foto : Nelly/IAINews
banner 120x600
banner 468x60

Namun, secara perizinan, belum ada alur administrasi yang jelas, baik untuk sarana apotek veteriner maupun untuk apoteker yang berpraktik di sarana tersebut. 

Karena itu dilakukan pendekatan dan diskusi dengan dinas terkait yaitu Dinas Pertanian, hingga akhirnya izin apotek veteriner UGM mendapatkan izin operasional pada tahun 2023.

Iklan ×

 Apotek veteriner agak berbeda dari apotek biasa, karena penanggung jawabnya wajib diisi oleh dua profesi, yaitu dokter hewan dan apoteker yang memiliki sertifikat Penanggung Jawab Teknis Obat Hewan (PJTOH). 

Hal tersebut dikarenakan dari sisi farmasi,  apoteker memiliki pengetahuan tentang sediaan farmasi, namun untuk penanganan hewannya harus dilakukan oleh dokter hewan dan tenaga teknis kesehatan hewan. 

Keberadaan apotek veteriner juga memiliki kendala pelayanannya sendiri.

Kendala itu antara laini ketersediaan obat, pemilihan bentuk sediaan yang tepat untuk hewan, penyesuaian dosis antara hewan individu dan hewan populatif, cara pemberian informasi kepada pemilik hewan, dan jalinan komunikasi antara dokter hewan dan apoteker. 

Namun, meski terdapat kendala tersebut, apotek veteriner adalah peluang bagi profesi apoteker yang ingin mengembangkan karir dan keilmuannya. 

Baca Juga  SIARAN LANGSUNG PUNCAK PERINGATAN WPD 2022

Dari sisi pendidikan, untuk mendukung keberadaan apotek veteriner, maka perlu ada mata kuliah farmasi veteriner pada kurikulum farmasi baik di tingkat sarjana maupun magister. 

Bagi universitas yang memiliki program studi farmasi dan program studi pendidikan dokter hewan, perlu ada kolaborasi dalam bentuk interprofessional education untuk membiasakan calon apoteker dan calon dokter hewan saling bekerja sama dalam menangani pasien hewan.

 Secara organisasi, perlu dilakukan pelatihan dan pengembangan untuk mendukung dan menghasilkan apoteker spesialis veteriner. 

Sementara dari sisi administrasi dan peraturan, pemerintah perlu menyusun ulang aturan tentang jalur distribusi obat hewan dan alur perizinan surat izin praktik apoteker untuk mereka yang bekerja di apotek veteriner.

Pada akhirnya, semua pihak baik dari universitas, organisasi profesi, dan pemerintah harus berkolaborasi untuk membuka dan meneruskan peluang ini dan bersama-sama berusaha mengatasi tantangan yang ada demi kesehatan yang paripurna. 

Karena kesehatan hewan sangat terkait erat dengan kesehatan manusia, sehingga semua pihak harus terlibat dalam menjamin tujuan ini tercapai.(apt. Meutia Faradilla, M.Si)***

 

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *