Floating Left Ads
Floating Right Ads
banner 950x90

Pentingnya Peran Apoteker Cegah Stunting di Indonesia

BISA stunting
Diseminasi pembelajaran program BISA digelar beberapa waktu lalu di Jakarta. Diantaranya juga dibahas pentingya peran apoteker cegah stunting di Indonesia
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, IAI News.id – Stunting bukan hanya tentang tinggi dan berat badan anak, akan tetapi juga tentang perkembangan kognitif seorang anak agar dapat mengenyam pendidikan dengan baik.

Stunting juga tentang bagaimana terhindar dari risiko penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi hingga obesitas. Karena itu gizi memainkan peran yang sangat penting sebelum dan setelah anak dilahirkan.

Iklan ×

Lantas dimana letak pentingnya peran apoteker cegah stunting di Indonesia?

Pada tahun 2023, prevalensi stunting di Indonesia mencapai 21,5% (SKI 2023).

Sementara sekitar 23,4% dari populasi di atas 18 tahun mengalami kelebihan berat badan (Survei Kesehatan Nasional/SKI 2023).

Prevalensi anemia di antara populasi berusia 15-24 tahun mencapai 15,5%, sedangkan di antara ibu hamil sebesar 27,7% (SKI 2023).

Save the Children Indonesia bersama dengan Nutrition International telah mendukung upaya pemerintah selama lima tahun terakhir untuk menurunkan angka stunting, khususnya di Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Sumedang dan Bandung Barat dan Nusa Tenggara Timur melalui program Better Investment for Stunting Alleviation (BISA).

Inisiatif ini didukung penuh oleh Power of Nutrition (PON), DFAT (Pemerintah Australia), dan Global Affairs Canada (Pemerintah Kanada) mencakup berbagai intervensi untuk meningkatkan kesadaran dan praktik gizi seimbang di kalangan masyarakat.

Baca Juga  AUDIENSI IAI DENGAN KEPALA BPOM RI

‘’Upaya kami selama lima tahun terakhir telah menunjukkan hal yang positif. Langkah ini juga menjadi komitmen kami untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan dalam upaya penurunan stunting di Indonesia,’’ ungkap Aduma Situmorang kepada wartawan di Jakarta, termasuk IAINews.id beberapa waktu lalu.

Aduma Situmorang menyampaikan hal itu disela kegiatan Diseminasi  Pembelajaran Program BISA di Jawa Barat dan NTT di Jakarta.

‘’Kami percaya bahwa dengan dukungan berbagai pihak, kita dapat mencapai masa depan yang lebih sehat dan lebih baik bagi anak-anak Indonesia,’’ jelas Aduma Situmorang, Plt. Direktur Kesehatan dan Gizi –  Save the Children Indonesia

Intervensi di tingkat rumah tangga dan komunitas, BISA melakukan serangkaian kegiatan komunikasi perubahan perilaku dan social.

Intervensi ini ditargetkan untuk meningkatkan pengetahuan, perubahan  sikap dan perilaku  terkait ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI, anemia dan makanan kaya zat besi bagi ibu hamil dengan pendekatan EmoDemo (Emotional-Demonstration) di Posyandu.

BISA juga mendorong perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di rumah tangga dan sekolah sebagai bagian dari pendekatan rumah bersih.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *