Floating Left Ads
Floating Right Ads
banner 950x90

Apoteker Muda Wakili Indonesia di Good Pharmacy Practice (GPP) Training Program 2023 di Taiwan

apoteker muda
Foto bersama peserta, narasumber, dan panitia GPP Training Program 2023
banner 120x600
banner 468x60

Penulis: apt. Fransiska Cathrine L, M.Farm &  apt. I Made Bayu Anggriawan, S.Farm

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
previous arrow
next arrow

Iklan ×

Apa itu GPP Training Program?

Good Pharmacy Practice (GPP) adalah upaya penyelenggaraan praktik kefarmasian yang bertujuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan apoteker yang optimal dan berdasarkan bukti ilmiah. Dalam upaya penerapan GPP, FAPA Foundation menyelenggarakan The International GPP Traning Program secara rutin di Taiwan. FAPA Foundation sendiri merupakan bagian independen dari FAPA (Federation of Asian Pharmaceutical Assocaiations). FAPA, dibentuk pada tahun 1964, bertujuan untuk menjadi organisasi farmasi internasional terkemuka, membimbing apoteker dan organisasi farmasi di Asia untuk mencapai keunggulan profesional, serta berkontribusi untuk menyediakan sediaan farmasi yang aman, efektif, dapat diakses dengan mudah, terjangkau, hingga dapat mencapai tingkat kesehatan yang optimal.

Program GPP Training Program pertama kali diselenggarakan di Taipei, Taiwan pada tahun 2012. Sejak tahun 2012, berbagai negara setiap tahunnya akan mengirimkan perwakilan untuk mengikuti pelatihan ini. Pada saat pandemi COVID-19 tahun 2020, GPP Training Program sempat terhenti selama 1 tahun kemudian dilaksanakan secara daring (online) pada tahun 2021 dan 2022. Tahun 2023 ini, GPP Training Program kembali hadir dimana sekaligus menjadi pelatihan luring (offline) pertama setelah masa pandemi COVID-19 usai. Hingga tahun ini, GPP Training Program telah menghasilkan 177 lulusan peserta dari 14 negara.

FAPA Foundation terus berupaya untuk melakukan standardisasi praktik kefarmasian di negara-negara Asia, sehingga dapat mencapai terjaminnya kualitas penggunaan obat, keamanan proses dispensing obat, dan berbagai aspek kefarmasian lainnya. Untuk mencapai itu semua, FAPA Foundation bekerja sama dengan para ahli dan pakar kefarmasian dari Rumah Sakit Umum Veteran Taipei dan Pusat Kanker Sun Yat-Sen Yayasan Koo.

Baca Juga  IAI Mengecam Serangan Israel di Gaza, Sebut Melanggar Hukum Internasional

Bagaimana cara mengikuti GPP Training Program?

Untuk mengikuti pelatihan ini, peserta tidak dapat langsung mendaftar dan mengikuti pelatihan, melainkan perlu mengikuti beberapa tahapan seleksi dan dinyatakan lolos dalam tes online. Topik tes mengenai materi GPP yang dibagi kedalam 3 kategori tingkatan yaitu tingkat dasar (basic), tingkat menengah (moderate), dan tingkat lanjut (advanced). Selain itu, para peserta juga harus memiliki rekomendasi dari alumni GPP Training Program sebelumnya.

Tahun ini, pendaftaran dibuka dari bulan April hingga Mei 2023. Dari kurang lebih 50 peserta yang mendaftar, peserta yang lolos untuk dapat mengikuti GPP Training Program yaitu 15 orang dari 8 negara yang berbeda. Peserta GPP Training Program 2023 berasal dari Indonesia, Vietnam, Myanmar, Nepal, Bangladesh, Filipina, Cambodia, dan Pakistan. Peserta yang terpilih untuk mewakili Indonesia pada The International GPP Training Program 2023 yaitu apt. Elida Zairina, S.Si, MPH., Ph.D. (Dosen dan Peniliti dari Universitas Airlangga), apt. Fransiska Cathrine L, M.Farm (Farmasi Klinis di Rumah Sakit Siloam), dan  apt. I Made Bayu Anggriawan, S.Farm. (Pejabat Pengadaan di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah). 

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *