Floating Left Ads
Floating Right Ads
banner 950x90

Banyak Cara Edukasi Tentang Bahaya Resitensi Antibiotik, Salah Satunya dengan KARINA

Dagusibu SD Tabanan 1
Siswa siswi SD di Tabanan Bali belajar mengenai Dagusibu Antibiotik
banner 120x600
banner 468x60
Dagusibu SD Tabanan 1
Siswa siswi SD di Tabanan Bali belajar mengenai Dagusibu Antibiotik

TABANAN, IAINews.id – Penemuan antibiotik di abad ke-20 merevolusi biomedis modern.

Antibiotik adalah obat yang paling umum dibeli di seluruh dunia.

Iklan ×

Penggunaan antibiotik yang misused (disalahgunakan), underused (tidak dihabiskan), dan overused (berlebihan) menjadi isu global yang menimbulkan dampak negatif.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa resistensi antimikroba (antimicrobial resistance/AMR), saat ini merupakan salah satu ancaman terbesar bagi kesehatan masyarakat di seluruh dunia.

Bersama Siswa kelas 6 SDN2 Belalang Tabanan Bali
Bersama siswa kelas 6 SDN 2 Belalang, Tabanan, Bali

Kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan dapat dipengaruhi oleh AMR.

Laporan dari 204 negara dari tahun 2010-2019 menunjukkan bahwa AMR secara langsung maupun tidak langsung berkontribusi pada 4,9 juta kematian.

Jumlah ini akan terus meningkat, dan perkiraan kematian akibat AMR akan mencapai 10 juta orang per tahun pada tahun 2050, melebihi jumlah kematian akibat penyakit jantung, kanker, dan diabetes.

World Bank dan Bank Dunia memperkirakan bahwa ketidakefektifan pengobatan infeksi di negara-negara berpenghasilan rendah akan menyebabkan hilangnya 5% dari Produk Domestik Bruto.

Baca Juga  Mostbet yorumlar online spor bahisler

Ini berarti pada tahun 2050 akan ada 28 juta orang yang akan menjadi kemiskinan.

Menyadari hal itu, sejumlah lembaga melakukan kegiatan Sajaka (Desa Bijak Antibiotika).

Kegiatan berbasis One Health ini dilakukan melalui kolaborasi beberapa lembaga, yaitu One Health Collaborating Center (OHCC) Universitas Udayana, prodi Farmasi Klinis Universitas Bali Internasional, prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Dhyana Pura, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) PD Bali, Perhimpunan Ahli Mikrobiologi Indonesia (PAMKI) Provinsi Bali, dan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) PD Bali.

Pada tanggal 20 April dan 27 April 2024, “Sajaka Goes to SD” dilakukan pada siswa kelas 3 sampai 6 di SDN 2 Belalang dan SDN 3 Pejaten, Kabupaten Tabanan – Bali.

Penyerahan sertifikat kepada Kepala Sekolah SDN 3 Pejaten Tabanan Bali
Penyerahan sertifikat kepada Kepala Sekolah SDN 3 Pejaten, Tabanan, Bali

Metode flipchart “Karina” atau ‘Kita Atasi Resistensi AntIbiotik Bersama ANAk’ dikembangkan oleh dr. I Wayan Agus Gede Manik Saputra, Sp.MK., dipilih sebagai media pembelajaran karena dapat dilakukan secara interaktif dan mudah dipahami oleh anak-anak.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *